Kalimat ini dapat dibaca di Al Qur'an
Surat Al Baqarah ayat 133
Ketika Yakub kedatangan tanda-tanda maut
Ketika berkata kepada anak-anaknya
Aku tidak hadir di sana ketika itu
Bapakmu telah bersusah payah membimbing
Agar tetap berada di jalan yang lurus
Menjalankan agama ALLAH dengan tertib
Menyuruhmu menjalankan ibadah sunnah
Disamping ibadah wajib
Agar semakin dekat kamu kepada ALLAH
Seharusnya kamu selalu ingat,
Karena Beliau sering mengulangnya
Sering kamu meminta nasehat
Juga memohon persetujuan
Untuk memilih yang terbaik
Dari dua pilihan yang membingungkan
Di keseharianmu
Sehingga timbul rasa tenang
Menjalani kehidupan yang marak
Dengan carut marutnya
Jika kemudian ALLAH berkehendak
Memanggil Bapak kembali kepadaNya
Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?
Tak ada lagi yang mengarahkan ke jalan kebaikan
Tak ada lagi yang memberi senyuman tegar
Yang menyulut api semangat dalam jiwamu
Tak ada lagi yang menerjemahkan
Arti petunjukNya dalam fanamu
Yang sejalan dengan denyut kehidupanmu
Tak ada lagi yang dengan sabar mengingatkan
Agar kamu tetap dalam taubat kepadaNYa
Tak ada lagi yang mengarahkan
Jalan kehidupanmu di masa datang
Tak ada lagi yang mengingatkanmu
Agar tidak terpancing dengan
Suasana politik yang berlangsung
Tak ada lagi yang mengingatkan
Agar selalu bersikap sabar
Pada kelakuan anak-anak remajamu
Dan pada gemerlap dunia
Yang kerap memanggilmu
Apa yang akan kamu sembah sepeninggalnya?
Apakah kamu akan
Mendatangi dukun untuk membantumu?
Ataukah bahkan kamu berniat
Menjadi dukun?
Apapun yang akan kamu lakukan,
aku hanya berpesan satu saja
Agar kamu tetap menyembah Tuhan
Yang disembah Yakub dan nenek moyangnya
Ibrahim, Ismail dan Ishak,
Yaitu Tuhan Yang Maha Esa
Dan akupun hanya tunduk patuh kepada-Nya
Cilegon, 22 April 2010
Denny Prasetya T.
Saat ini tercatat sebagai karyawan PT Krakatau Steel sejak 2 Desember 1985. Pemerhati masalah jiwa (nafs), seni, budaya, dalam ruang lingkup keberserah dirian kepada ALLAH Ta'ala.
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Tuesday, April 20, 2010
Saturday, February 20, 2010
Peluk Cium buat anak-anakku
Anakku,
Kamu ada di dunia, karena kehendak ALLAH
Atas kehendak ALLAH jualah kami menjadi orang tuamu
Kamu adalah seorang pribadi yang mandiri
Yang unik, dan berbeda dari kami
Kamu bisa menjadi seseorang
Yang mungkin asing bagi kami
Tak perlu ragu untuk menjadi seseorang itu
Karena ALLAH lebih mengetahui untuk apa kamu diciptakan
Anakku, kami akan biarkan kamu
Bebas berlari dan menari
Bebas berjalan dan berlayar
Bebas terbang kesana dan kemari
Bebas menjelajahi dunia
Bebas membongkar misteri
Bebas menyelusuri rasa suka
Bebas menembus ketinggian langit
Bebas menghiasi warna-warni kehidupan
Bebas membelah aliran sungai
Bebas mengarungi samudera
Karena semua itu adalah kepribadianmu
Hanya satu yang jadi tujuan
Yaitu kembali kepadaNya dengan selamat
Dunia ini hanya sebuah kota yang lain
Disini untuk singgah sementara
Sebuah kota yang menawarkan berbagai hal yang istimewa
Namun melulu tentang kesenangan dan prestise
Yang bisa melenakanmu dari tujuan utama
Tawaran-tawaran itu membuat malas melanjutkan perjalanan
Dan bahkan bisa melupakan asal muasal kelahiranmu
Disini kami hanya bisa berdo'a kepada yang menciptakanmu
Kamu selamat berada di kota lain
Mengingatkanmu bahwa ada sebuah misi dariNya
Yang harus kamu kerjakan
Agar nanti ketika kembali ke tempat asal
Kamu bisa bertanggung jawab kepada Sang Khalik
Dan menceritakan bahwa tugasmu
Telah selesai dengan baik
Anakku,
Kamu tak sendiri di sini
Kami senantiasa mengikuti gerak gerikmu disana
Dan yakin ALLAH menyertaimu selalu
Karena kamipun akan kembali ke tempat asal yang sama
"...kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa
dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan..." Q.S. 'Ali Imran, 3:83
Kamu ada di dunia, karena kehendak ALLAH
Atas kehendak ALLAH jualah kami menjadi orang tuamu
Kamu adalah seorang pribadi yang mandiri
Yang unik, dan berbeda dari kami
Kamu bisa menjadi seseorang
Yang mungkin asing bagi kami
Tak perlu ragu untuk menjadi seseorang itu
Karena ALLAH lebih mengetahui untuk apa kamu diciptakan
Anakku, kami akan biarkan kamu
Bebas berlari dan menari
Bebas berjalan dan berlayar
Bebas terbang kesana dan kemari
Bebas menjelajahi dunia
Bebas membongkar misteri
Bebas menyelusuri rasa suka
Bebas menembus ketinggian langit
Bebas menghiasi warna-warni kehidupan
Bebas membelah aliran sungai
Bebas mengarungi samudera
Karena semua itu adalah kepribadianmu
Hanya satu yang jadi tujuan
Yaitu kembali kepadaNya dengan selamat
Dunia ini hanya sebuah kota yang lain
Disini untuk singgah sementara
Sebuah kota yang menawarkan berbagai hal yang istimewa
Namun melulu tentang kesenangan dan prestise
Yang bisa melenakanmu dari tujuan utama
Tawaran-tawaran itu membuat malas melanjutkan perjalanan
Dan bahkan bisa melupakan asal muasal kelahiranmu
Disini kami hanya bisa berdo'a kepada yang menciptakanmu
Kamu selamat berada di kota lain
Mengingatkanmu bahwa ada sebuah misi dariNya
Yang harus kamu kerjakan
Agar nanti ketika kembali ke tempat asal
Kamu bisa bertanggung jawab kepada Sang Khalik
Dan menceritakan bahwa tugasmu
Telah selesai dengan baik
Anakku,
Kamu tak sendiri di sini
Kami senantiasa mengikuti gerak gerikmu disana
Dan yakin ALLAH menyertaimu selalu
Karena kamipun akan kembali ke tempat asal yang sama
"...kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa
dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan..." Q.S. 'Ali Imran, 3:83
Cinta PadaMu
Wahai sahabats,
Jika kamu mencintai
Maka bersiaplah untuk
Sengsara karena cinta
Wahai sahabats,
Jika kamu mencintai
Maka siapkah kalian
Akan kekurangan jiwa?
Maukah kamu
ALLAH meminjam hartamu?
Maukah kamu
Merasa sengsara dan gelisah?
Bersabar itu kunci
Dan kamu akan tahan dari deraan
Kekurangan harta
Dan tangisan anak-anakmu
Jiwamu gelisah
Jiwamu resah
Jiwamu nelangsa
Jiwamu sengsara
ALLAH akan mengganti
Harta yang kamu pinjamkan
Dengan harta dan kesenangan
Yang berlipat ganda
Bukan hanya 10 kali
Bukan pula 700 kali
ALLAH bahkan akan mengembalikan
Hartamu sebanyak 1.000.000 kali
Maka tetaplah
Sabar dan tawakkal kepadaNya
Maka kamu termasuk
Orang-orang yang benar
Jika kamu mencintai
Maka bersiaplah untuk
Sengsara karena cinta
Wahai sahabats,
Jika kamu mencintai
Maka siapkah kalian
Akan kekurangan jiwa?
Maukah kamu
ALLAH meminjam hartamu?
Maukah kamu
Merasa sengsara dan gelisah?
Bersabar itu kunci
Dan kamu akan tahan dari deraan
Kekurangan harta
Dan tangisan anak-anakmu
Jiwamu gelisah
Jiwamu resah
Jiwamu nelangsa
Jiwamu sengsara
ALLAH akan mengganti
Harta yang kamu pinjamkan
Dengan harta dan kesenangan
Yang berlipat ganda
Bukan hanya 10 kali
Bukan pula 700 kali
ALLAH bahkan akan mengembalikan
Hartamu sebanyak 1.000.000 kali
Maka tetaplah
Sabar dan tawakkal kepadaNya
Maka kamu termasuk
Orang-orang yang benar
Sahabatku, Semalam Aku Ke-Dingin-an
Tubuhku menggigil kedinginan
Uuughhhhh............dingin
Lihat tanganku kaku...
Tubuhku kaku...
Kakiku kaku...
Dinginnnnnnnnnn...
Tolong selimuti aku...
Selimuti aku yang sedang kedinginan
Aku merasa seperti berada di atas hamparan salju
Tubuhku sudah menjadi seperti bongkahan es membeku
Tetapi selayaknya orang kedinginan
Hanya memerlukan selimut tebal untuk menghangatkan
Tetapi mengapa tubuhku justru berkeringat?
Aku merasa kedinginan tetapi tubuhku berkeringat?
Ya, ALLAH aku tidak kuat mengalami hal ini
Apakah seperti ini pula Nabiku, Muhammad SAW, mengalaminya?
Wallahu'alam bish-showab
Uuughhhhh............dingin
Lihat tanganku kaku...
Tubuhku kaku...
Kakiku kaku...
Dinginnnnnnnnnn...
Tolong selimuti aku...
Selimuti aku yang sedang kedinginan
Aku merasa seperti berada di atas hamparan salju
Tubuhku sudah menjadi seperti bongkahan es membeku
Tetapi selayaknya orang kedinginan
Hanya memerlukan selimut tebal untuk menghangatkan
Tetapi mengapa tubuhku justru berkeringat?
Aku merasa kedinginan tetapi tubuhku berkeringat?
Ya, ALLAH aku tidak kuat mengalami hal ini
Apakah seperti ini pula Nabiku, Muhammad SAW, mengalaminya?
Wallahu'alam bish-showab
Berdoa sebelum shalat
Engkau sudah melaksanakan shalat
Tetapi jangan pernah engkau merasa telah melakukannya
Aku yakin engkau dalam keadaan sehat
Aku yakin engkau kuat untuk berdiri dan melipat kaki saat duduk diantara sujud
Aku yakin engkau dapat pula ruku' dengan posisi yang benar
Tentu engkau akan mengatakan, bahwa
Bukankah shalat telah menjadi kewajiban?
Bukankah itu telah biasa dilakukan sejak dahulu?
Bukankah sudah hafal di luar kepala semua gerakan dan bacaannya?
Ya, engkau benar
Namun cobalah engkau buka Al Qur'an milikmu
Pada surat Ibrahim ayat 40:
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat,
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku
Maka bukan engkau yang membuat engkau dapat melakukan shalat
Namun engkau harus memohon kepada-NYA, agar dapat melakukan shalat
Sekarang aku akan bertanya kepada engkau
Sudahkah engkau khusyu di dalam shalatmu?
Ah siapa sih yang bisa benar-benar khusyu' dalam shalat?
Maka engkau akan menjawab pertanyaanku, bahwa engkau khusyu'
Aku juga akan bertanya lagi
Sudah benarkah arah kiblatmu?
Dengan serta merta engkau akan mengatakan kepadaku,
Bahwa masjid ini sudah lama berdiri di sini
Dan saat pendiriannya tentu sudah ada yang bertanggung jawab
Sehingga engkau telah yakin akan arah masjid ini telah benar
Aku ingin memberitahukanmu, bahwa
Nabi Ibrahim yang telah menjadi kekasih ALLAH
Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi Rasulullah
Dan mewasiatkan Al Qur'an yang agung ini kepada kita
Tidak merasa telah bisa melakukan shalat atas dasar kemampuannya
Namun Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad
Dan tentu semua Nabi ALLAH yang pernah hidup di dunia ini
Telah memohon kepada ALLAH untuk dapat mendirikan shalat
Untuk itu akan aku ajarkan kepadamu sebuah doa sebelum engkau melakukan shalat
"Ya ALLAH, mohon ijin hamba mau shalat
Ya ALLAH, mohon bimbingan agar hamba dapat shalat dengan khusyu'
Ya ALLAH, hadapkan hamba kepada-MU
Ya ALLAH, Engkau Maha Melihat"
Tetapi jangan pernah engkau merasa telah melakukannya
Aku yakin engkau dalam keadaan sehat
Aku yakin engkau kuat untuk berdiri dan melipat kaki saat duduk diantara sujud
Aku yakin engkau dapat pula ruku' dengan posisi yang benar
Tentu engkau akan mengatakan, bahwa
Bukankah shalat telah menjadi kewajiban?
Bukankah itu telah biasa dilakukan sejak dahulu?
Bukankah sudah hafal di luar kepala semua gerakan dan bacaannya?
Ya, engkau benar
Namun cobalah engkau buka Al Qur'an milikmu
Pada surat Ibrahim ayat 40:
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat,
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku
Maka bukan engkau yang membuat engkau dapat melakukan shalat
Namun engkau harus memohon kepada-NYA, agar dapat melakukan shalat
Sekarang aku akan bertanya kepada engkau
Sudahkah engkau khusyu di dalam shalatmu?
Ah siapa sih yang bisa benar-benar khusyu' dalam shalat?
Maka engkau akan menjawab pertanyaanku, bahwa engkau khusyu'
Aku juga akan bertanya lagi
Sudah benarkah arah kiblatmu?
Dengan serta merta engkau akan mengatakan kepadaku,
Bahwa masjid ini sudah lama berdiri di sini
Dan saat pendiriannya tentu sudah ada yang bertanggung jawab
Sehingga engkau telah yakin akan arah masjid ini telah benar
Aku ingin memberitahukanmu, bahwa
Nabi Ibrahim yang telah menjadi kekasih ALLAH
Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi Rasulullah
Dan mewasiatkan Al Qur'an yang agung ini kepada kita
Tidak merasa telah bisa melakukan shalat atas dasar kemampuannya
Namun Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad
Dan tentu semua Nabi ALLAH yang pernah hidup di dunia ini
Telah memohon kepada ALLAH untuk dapat mendirikan shalat
Untuk itu akan aku ajarkan kepadamu sebuah doa sebelum engkau melakukan shalat
"Ya ALLAH, mohon ijin hamba mau shalat
Ya ALLAH, mohon bimbingan agar hamba dapat shalat dengan khusyu'
Ya ALLAH, hadapkan hamba kepada-MU
Ya ALLAH, Engkau Maha Melihat"
Pasanganmu Bukan Pasanganmu
Anakmu bukan anakmu
Anakmu adalah jiwa yang terpisah dari mu
Istrimu pun bukan istrimu
Istrimu pun adalah jiwa yang terpisah dari mu
Engkau tak kan bisa memiliki mereka
Mereka akan hidup sendiri dengan perbuatannya
Mereka akan bertanggung jawab sendiri dengan urusannya
Ya, Allah lalu apa arti dari berpasangan?
Mengapa harus ada malam dan siang?
Mengapa harus ada matahari dan bulan?
Mengapa harus ada lelaki dan perempuan?
Mengapa harus ada yang saling berpasangan?
Wahai kawan,
Malam itu aku mendapat petunjuk dari ALLAH
Menerangkan arti dari berpasangan itu
Pasanganmu akan mengasah jiwamu
Yang dengan itu jiwamu akan menjadi bersih
Dan dengan keadaan itu kamu akan siap menerima cahaya dari-NYA
Dengan cahaya itu kamu dapat berjalan di dunia ini
Cahaya itu pula diperlukan untuk menjalani urusan dari-NYA
ALLAH berfirman:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan
dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang,
yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia,
serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita
yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?
Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu
memandang baik apa yang telah mereka kerjakan."
Dia yang kini menjadi pasanganmu
Dihadirkan untuk saling berinteraksi
Dengarkanlah apa yang dikatakannya
Mungkin engkau akan merasa aneh dan geram
Namun terimalah itu sebagai cara untuk memperhalus akhlakmu
Sesungguhnya engkau akan sendiri saat bertemu dengan ALLAH
Tuhan yang menciptakanmu
Bahkan sebelum engkau berpasangan dengan pasanganmu itu
Engkau telah berpasangan dengan jasadmu sendiri
Jiwamu telah berpasangan dengan jasadmu
Jiwamu adalah lelaki
Sedang jasadmu adalah perempuan
Jiwamu harus menikah dengan jasadmu
Jiwamu harus bersatu dengan jasadmu
Pasangan-pasangan itu akan pergi meninggalkanmu sendiri
Karena sejatinya engkau adalah jiwa yang sendiri
Yang akan bertemu dengan ALLAH, Tuhanmu
Dalam keadaan bersih dan suci dari dosa
Anakmu adalah jiwa yang terpisah dari mu
Istrimu pun bukan istrimu
Istrimu pun adalah jiwa yang terpisah dari mu
Engkau tak kan bisa memiliki mereka
Mereka akan hidup sendiri dengan perbuatannya
Mereka akan bertanggung jawab sendiri dengan urusannya
Ya, Allah lalu apa arti dari berpasangan?
Mengapa harus ada malam dan siang?
Mengapa harus ada matahari dan bulan?
Mengapa harus ada lelaki dan perempuan?
Mengapa harus ada yang saling berpasangan?
Wahai kawan,
Malam itu aku mendapat petunjuk dari ALLAH
Menerangkan arti dari berpasangan itu
Pasanganmu akan mengasah jiwamu
Yang dengan itu jiwamu akan menjadi bersih
Dan dengan keadaan itu kamu akan siap menerima cahaya dari-NYA
Dengan cahaya itu kamu dapat berjalan di dunia ini
Cahaya itu pula diperlukan untuk menjalani urusan dari-NYA
ALLAH berfirman:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan
dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang,
yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia,
serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita
yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?
Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu
memandang baik apa yang telah mereka kerjakan."
Dia yang kini menjadi pasanganmu
Dihadirkan untuk saling berinteraksi
Dengarkanlah apa yang dikatakannya
Mungkin engkau akan merasa aneh dan geram
Namun terimalah itu sebagai cara untuk memperhalus akhlakmu
Sesungguhnya engkau akan sendiri saat bertemu dengan ALLAH
Tuhan yang menciptakanmu
Bahkan sebelum engkau berpasangan dengan pasanganmu itu
Engkau telah berpasangan dengan jasadmu sendiri
Jiwamu telah berpasangan dengan jasadmu
Jiwamu adalah lelaki
Sedang jasadmu adalah perempuan
Jiwamu harus menikah dengan jasadmu
Jiwamu harus bersatu dengan jasadmu
Pasangan-pasangan itu akan pergi meninggalkanmu sendiri
Karena sejatinya engkau adalah jiwa yang sendiri
Yang akan bertemu dengan ALLAH, Tuhanmu
Dalam keadaan bersih dan suci dari dosa
Rasa, Karsa, Cipta dan Karya
Bila rasa ini tumbuh di hati yang terdalam
kuingin itu adalah rasaMu
rasa yang tenang dan suci
yang akan sangat berarti bagi hidupku.
Biar kuukir karsa dengan namaMu
yang dapat menggugah hasrat penuh cita
menata keyakinan atas nama cinta terbesarku
yang kokoh tak kan tercerabut oleh onak kemunafikan.
Kreasi cipta dalam benak ini
tersusun erat dalam jalinan kasih dan sayang
patutku tetap bersyukur
Kau ada dalam ruang dan waktu.
Maka karya ini akan mengguncang dunia
merasuk resonansi di relung sukma
dan kuberserah diri padaMu
pada apa yang ada dalam ridhoMu.
kuingin itu adalah rasaMu
rasa yang tenang dan suci
yang akan sangat berarti bagi hidupku.
Biar kuukir karsa dengan namaMu
yang dapat menggugah hasrat penuh cita
menata keyakinan atas nama cinta terbesarku
yang kokoh tak kan tercerabut oleh onak kemunafikan.
Kreasi cipta dalam benak ini
tersusun erat dalam jalinan kasih dan sayang
patutku tetap bersyukur
Kau ada dalam ruang dan waktu.
Maka karya ini akan mengguncang dunia
merasuk resonansi di relung sukma
dan kuberserah diri padaMu
pada apa yang ada dalam ridhoMu.
Berserah diri
Malam ini aku hadir lagi
Untuk mereview
Segala yang telah terjadi
Sepanjang pagi sampai sore tadi
Rabb,
Telah kucoba tuk selalu berada di jalan yang lurus ini
Tapi diantara perjumpaan demi perjumpaan dengan makhlukMu
Ada hal-hal yang tak Kau suka
Dan
Aku tak yakin apakah aku telah menjalani segala perintahMu
Maka aku hadapkan wajahku kepadaMu
Wahai penguasa alam semesta
Engkau Maha pengampun lagi Maha Penyayang
Dengan iman hamba berserah diri kepadaMu
Ampunilah hamba dari segala kesalahan
Dan terimalah taubat hamba
Bimbinglah hamba menjadi hambaMu yang didekatkan
Dan angkatlah derajat hamba
Allah...Allah...Allah...
Astaghfirullahal'adziim...
Oh...cahaya di atas cahaya...
Ya Tuhan kami,
Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami
dan ampunilah kami
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Oh cahaya itu ... ya Allah ... betapa terangnya
oh ya Allah ada cahaya kuning
ya Allah ada cahaya biru
ada cahaya hijau
cahaya merah
cahaya putih
putih
putih
putih
Alhamdulillah Ya Allah,
Engkau membimbing kepada cahayaMu siapa yang Engkau kehendaki
Basah sekujur tubuhku dengan keringat
Terima kasih ya Allah
Hati ini sungguh lega
Tak ada lagi kegelisahan dan keraguan
Jadikan keringat ini sebagai peluruh dosa
Esok hari kan kusambut cahaya matahari
Dan kuayunkan langkah ini
Untuk senantiasa berada di jalan lurusMu
Merajut perintahMu dan RasulMu
Bimbing aku ya Rabb...
Untuk mereview
Segala yang telah terjadi
Sepanjang pagi sampai sore tadi
Rabb,
Telah kucoba tuk selalu berada di jalan yang lurus ini
Tapi diantara perjumpaan demi perjumpaan dengan makhlukMu
Ada hal-hal yang tak Kau suka
Dan
Aku tak yakin apakah aku telah menjalani segala perintahMu
Maka aku hadapkan wajahku kepadaMu
Wahai penguasa alam semesta
Engkau Maha pengampun lagi Maha Penyayang
Dengan iman hamba berserah diri kepadaMu
Ampunilah hamba dari segala kesalahan
Dan terimalah taubat hamba
Bimbinglah hamba menjadi hambaMu yang didekatkan
Dan angkatlah derajat hamba
Allah...Allah...Allah...
Astaghfirullahal'adziim...
Oh...cahaya di atas cahaya...
Ya Tuhan kami,
Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami
dan ampunilah kami
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Oh cahaya itu ... ya Allah ... betapa terangnya
oh ya Allah ada cahaya kuning
ya Allah ada cahaya biru
ada cahaya hijau
cahaya merah
cahaya putih
putih
putih
putih
Alhamdulillah Ya Allah,
Engkau membimbing kepada cahayaMu siapa yang Engkau kehendaki
Basah sekujur tubuhku dengan keringat
Terima kasih ya Allah
Hati ini sungguh lega
Tak ada lagi kegelisahan dan keraguan
Jadikan keringat ini sebagai peluruh dosa
Esok hari kan kusambut cahaya matahari
Dan kuayunkan langkah ini
Untuk senantiasa berada di jalan lurusMu
Merajut perintahMu dan RasulMu
Bimbing aku ya Rabb...
Engkau Ada
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Ada getar terasa di dada
Menggapai asa tuk menyentuhMu
Seraya mengucap Allahu Akbar
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Gemuruh suasana hati
Menggelayut di dekapan Rahman dan Rahiim
Bisikan lembut merajuk
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Detak jantung menyeruak sepi
Satu pinta kudamba
Masukkan aku dalam naunganMu
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Kuyakin Engkau mendengar segala asa
Karena Engkau mengetahui
Di setiap helai daun yang jatuh terhempas di bumi
Ada getar terasa di dada
Menggapai asa tuk menyentuhMu
Seraya mengucap Allahu Akbar
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Gemuruh suasana hati
Menggelayut di dekapan Rahman dan Rahiim
Bisikan lembut merajuk
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Detak jantung menyeruak sepi
Satu pinta kudamba
Masukkan aku dalam naunganMu
Ketika sehelai daun jatuh terhempas di bumi
Kuyakin Engkau mendengar segala asa
Karena Engkau mengetahui
Di setiap helai daun yang jatuh terhempas di bumi
Subscribe to:
Posts (Atom)